Dihantam dolar yang melambung, tak membuat produsen ponsel China kelabakan. Ponsel inovasi baru triple on pun digelontorkan ke pasar. Produsen masih optimistis produknya bakal mendapat tempat di ceruk pasar yang masih lebar.
Ponsel China rata-rata memasarkan produk dengan fasilitas dual on, sebagai kelebihan dibandingkan produksi vendor besar. Kali ini, MyG Mobile melakukan terobosan dengan memasarkan triple on, dual GSM ditambah satu CDMA.“Untuk pasar Indonesia kami yang pertama, handphone dengan tiga kartu,” kata Awit Manager Marketing MyG Mobile, di Jakarta, kemarin. Pasar ponsel di Indonesia terus berkembang dan konsumen mengharapkan fitur-fitur baru.
Awit mengatakan melonjaknya kurs dolar pasti berpengaruh pada penjualan ponsel. Tapi inovasi harus terus dilakukan. Terlebih perang tarif oleh operator menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli ponsel dengan banyak kartu di dalamnya. “Kami harus mengakomodasi, karena operator bersaing dengan menyediakan tarif percakapan dan SMS murah,” katanya
My-G Mobile, baru berdiri pada Januari 2008 dan sudah menggelontorkan 17 model ponsel ke pasaran. Beberapa model berhasil sukses, meskipun penjualannya ada yang dihentikan.My-G memiliki obsesi bisa sejajar bahkan menggeser merek-merek raksasa. Modal untuk mengejar hal itu adalah pasar produk ponsel di Indonesia yang masih terbuka luas, apalagi produk yang memiliki harga terjangkau.
My-G melihat pasar ponsel di Indonesia mengalami dua fenomena besar. Tingginya minat terhadap ponsel TV serta semakin menariknya tawaran tarif operator yang mendorong penggunaan banyak kartu dalam satu ponsel.Untuk ponsel dual simcard GSM, produsen ponsel lokal HiTech terhitung sebagai yang pertama. Ponsel HiTech memberikan alternatif bagi yang memiliki dua kartu GSM dan menginginkan keduanya aktif. Sebelumnya, dual simcard merupakan dual mode yang mendukung jaringan berbeda, GSM dan CDMA.
Kelebihan ponsel dual simcard adalah kekuatannya menangkap pancaran sinyal di antara dua kartu. Ini memberikan keuntungan berganda, karena tetap mudah dihubungi dari kartu manapun yang digunakan. Tapi jika menggunakan single simcard, ponsel jenis ini juga masih tetap bisa digunakan. Manager Marketing HiTech Mobile Kusuma Ruslan mengatakan ke depan ponsel multikartu akan tetap menjadi fitur yang diunggulkan oleh HiTech. Selain itu, fitur yang menjadi andalan adalah handphone yang dilengkapi TV.
“Perang tarif tidak hanya memacu penjualan ponsel dual simcard saja, tapi secara keseluruhan menguntungkan produsen ponsel. Jika tarif lebih murah, otomatis orang akan tertarik membeli ponsel,” papar Kusuma Ruslan. Awit menambahkan, bergeloknya dolar tidak menyebabkan harga produk My G naik. Hal itu disebabkan My-G mengurangi margin keuntungan pada produknya. Selain itu, My-G melakukan pengurangan terhadap biaya. “Promosi memang dikurangi. Tapi faktor seperti kenaikan dolar itu di luar yang bisa dikontrol,” katanya.
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2008/12/24/70986/ponsel-tiga-kartu-siap-menggebrak/



